Wednesday, 29 February 2012

Teori Agama Hindu Masuk Indonesia | Sejarah SMA IPS


Agama Hindu telah masuk Indonesia Jauh sebelum penjajahan Menyerang Indonesia. Ada 5 teori tentang masuknya agama hindu di indonesia yang saya kutip setelah googleng.

1.Teori brahmana
2.Teori ksatria
3.Teori waisya
4.Teori sudra
5.Teori arus balik .


1.Teori brahmana
Di kemukakan oleh Van Leur menurutnya agama hindu di bawa oleh para brahmana atau para pendeta ke indonesia ia berpendapat seperti itu karena para brahmana lah yang mengetahui kitab weda

2.Teori ksatria
Dikemukan oleh Majundar, Moekrji dan Nehru, mereka mengatakan bahwa agama hindu di bawa oleh para prajurit India yang ingin menaklukan Indonesia lalu menyebarkan agama hindu

3.Teori waisya
Di kemukakan okeh Krom , menurutnya agama hindu masuk ke Indonesia di bawa oleh para pedagang atau golongan waisya, Buktinya banyak pedagang dari India yang berdagang di indonesia lalu mereka menyebarkan agama hindu di indonesia

4.Teori sudra
Agama hindu di bawa oleh para budak atau golongan sudra, mereka menyebarkan agama hindu karena ingin merubah nasib mereka

5.Teori arus balik
bangsa indonesia belajar agama hindu di india lalu menyebarkan kembali di indonesia

Tuesday, 28 February 2012

Perubahan Sosial | Geografi SMA IPS


Perubahan cara hidup manusia dalam menjalani aktivitasnya disebut perubahan sosial, Sosial disni dalam arti ketergantungan suatu makhluk kepada Mahluk hidup lainnya, tanpa ada sosial maka tidak ada manusia yang hidup.

Perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat dibedakan atas beberapa sudut pandang. Pertama dari sudut pandang waktu berlangsungnya, kedua dari sudut pandang ruang lingkupnya, dan yang terakhir dari sudut pandang kehendak agen perubahan

1)Berdasarkan proses berlangsungnya
Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi.
a.Perubahan Evolusi
Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu. Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu.
Menurut Soerjono Soekanto (1987), terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi, yaitu:
1) Unilinier Theories of Evolution
Teori ini menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu, dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna.
2) Universal Theory of Evolution
Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut teori ini, kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu.
3) Multilined Theories of Evolution
Teori ini menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian.

b. Perubahan Revolusi
Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya. Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan social mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relative cepat. Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan.

Revolusi sering kali diawali adanya ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan. Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat. Secara sosiologi, suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut antara lain:

1)Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan.Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.
2)Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.
3)Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.
4)Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan sesuatu ideologi tersebut.
5)Harus ada momentum untuk revolusi, yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru, maka revolusi dapat gagal.

2)Berdasarkan ruang lingkupnya

Berdasarkan ruang lingkupnya, perubahan social dibagi menjadi dua, yaitu perubahan social yang berpengaruh besar dan perubahan social yang berpengaruh kecil.

a. Perubahan Berpengaruh Besar
Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur kemasyarakatan, hubungan kerja, sistem mata pencaharian, dan stratifikasi masyarakat.Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi. Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian.

b. Perubahan Berpengaruh Kecil
Perubahan-perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahanperubahan yang terjadi pada struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contoh, perubahan mode pakaian dan mode rambut. Perubahan-perubahan tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan.

Monday, 27 February 2012

Perdagangan Internasional | Geografi IPS SMA SMP

Geografi SMA adalah suatu pelajaran untuk mengetahiu status sosial suatu Negara. termasuk di dalam nya Perdagangan Internasional. Berikut saya akan mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan perdanganan International yang saya kutif dari artikel web lain. Selamat Membaca
Perdagangan Internasional adalah proses penyaluran barang dan jasa dari negara produsen ke negara konsumen tanpa mengubah atau memproses suatu barang dengan tujuan memperoleh keuntungan

Faktor yang Mendorong perdagangan Internasional
1. Perbedaan Sumber Daya Alam(SDA)
2. Perbedaan Teknoloi
3. Perbedaan Iklim
4. Perbedaan Budaya
5. Tidak semua negara bisa memenuhi kebutuhannya sendiri

Dampak Positif Perdagangan Internasional
1. Meningkatkan Kesejahteraan
2. Mempercepat Pembangunan
3. Meningkatkan sumber daya manusia
4. Alih Teknologi

Dampak Negatif Perdagangan Internasional
1. Menimbulkan ketergantungan kepada negara lain
2. Cenderung statis
3. Pengusaha yang tidak kompetitif terancam gulung tikar
4. Adanya perubahan nilai sosial budaya

Teori Perdagangan Internasional
Teori keunggulan mutlak(Adam Smith)
"Timbulnya perdagangan internasional di karenakan masing masing negara melakukan spesialisasi terhadap produk yang menjadi keunggulannya"

Sunday, 26 February 2012

16 Tenses Membuat Kalimat | Bahasa Inggris SMA, SMK SMP


Tenses Membuat Kalimat | Bahasa Inggris SMA, SMK SMP
Bahasa Inggris sma menjadi suatu mata pelajar anak SMA, SMK SMP, murid-murid selalu ingin tahu bagaimana membuat kalimat dan bagaimana merangkai kata-kata dengan tenses. Tenses ada 16 berikut penjelasan tentang Tense
Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah pada umumnya masih berkendala. Bagi guru, menemukan metode yang tepat untuk setiap kompetensi merupakan kesulitan yang paling sering dialami. Para siswa mengalami kesulitan dalam banyak hal. Kosa kata, structure, budaya dan penerapannya adalah kesulitan klasik bagi mereka. Ada kendala-kendala yang menjadikan hal tersebut terjadi, misal kurangnya sarana pemelajaran. Salah satu kesulitan siswa adalah  structure, merupakan kesulitan yang hampir tidak ada solusinya. Hal ini dikarenakan adanya hafalan yang bagi siswa tertentu sangat sulit melakukannya. Menghafal rumusan tenses merupakan satu hal yang paling populer. Hal ini karena tenses merupakan aturan pertama yang digunakan dalam menyusun kalimat dalam bahasa Inggris.
Bagaimana menyusun kalimat dalam bahasa Inggris dengan tenses yang benar tanpa banyak menghafal rumusan tenses?

Yang pertama diperhatikan yaitu bahwa kalimat dalam bahasa Inggris itu wajib ber-Subject dan ber-Predicate, atau ditulis S + P. Inti dalam membuat kalimat dalam bahasa Inggris adalah Predicate-nya, karena dalam predicate terdapat pesan yang disampaikan berhubungan dengan makna pesan tersebut. Predicate bisa bermakna harfiah sesuai arti kata kerja yang ada di dalamnya maupun bermakna kontekstual, dan juga membawa pesan waktu dilakukan, termasuk lampau, sekarang atau biasa dilakukan, yang akan datang serta telah selesai dan sedang dilakukan.

Berhubungan dengan arti harfiah kata kerja bisa dilihat di kamus bahasa Inggris, sementara pemaknaannya bisa berbeda-beda. Satu kata kerja bisa mempunyai banyak arti bergantung pada konteksnya, maka untuk membeli kamus usahakan kamus yang mempunyai banyak arti, dan contoh penggunaannya.

Waktu suatu pekerjaan dilakukan dimulai dari pengenalan bentuk kata kerja. Dalam pembahasan umum kata kerja hanya dibagi dalam tiga bentuk yaitu kata kerja yaitu kata kerja bentuk pertama (VI) atau present, bentuk kedua (VII) atau past, bentuk ketiga (VIII) atau past participle. Tetapi dalam pembahasan ini penulis menggabungkan bentuk-bentuk kata kerja yang lain sehingga ada 5 (lima) bentuk kata kerja. Yang pertama yaitu kata kerja infinitive (V-inf) atau kata kerja asal digunakan pada future tenses dan kalimat ber-modal, bentuk pertama, present (VI) digunakan pada present tenses, bentuk kedua, past (VII) yang digunakan pada past tenses, bentuk ketiga, past participle (VIII) yang digunakan pada perfect tenses dan kalimat passive, bentuk –ing (V-ing) digunakan dalam continuous tenses. Kata kerja VIII dan V-ing sering juga digunakan sebagai adjectives.
Dalam bentuk matrik seperti di bawah ini:


V-inf

(biasa diawali dengan to -)
VI
present
VII
past
VIII
past participle

V-ing

present participle
sekedar
arti
Go
go, goes
went
gone
going
pergi
Have
have, has
had
had
having
mempunyai
Make
make, makes
made
made
made
membuat
Come
come, comes
came
come
coming
datang
Do
do, does
did
done
doing
mengerjakan, melakukan
See
see, sees
saw
seen
seeing
melihat, bertemu

Structure words dan modal

Be
is, am, are
was, were
been
being
adalah, merupakan, berada dll.
Have
have, has
had
-
having
telah
Do
do, does
did
-

2. Tense Names

Nama-nama tenses diambil 3 (tiga) nama dasar waktu yaitu;

past (lampau),

present (sekarang),

future (yang akan datang)

ditambah

perfect (rentang waktu/ telah/ selesai) dan

continuous (sedang terjadi)

Tenses terdapat pada predicate, sehingga perlu diperhatikan verb (susunan kata kerja) dalam dalam predicate.

NO

NAME OF TENSE

TIME

VERB

1 Past lampau

VII

2 Present sekarang

VI

3 Future yang akan dating

will/shall + V-inf

4 Perfect sudah, telah selesai

have + VIII

5 Continuous sedang berlangsung

be + V-ing

6 Passive

berarti: di … / ter ….

be + VIII

Nomer pada kolom paling kiri adalah urutan penamaan tenses. Urutan terakhir, passive, tidak masuk elemen tenses, tetapi secara struktur dia masuk pada urutan terakhir pada predikat.


Penamaan tenses dimulai dari nomor 1 atau 2 lalu dilanjutkan 3, 4, 5. Nomor 1 dan 2 hanya diambil salah satu 1 atau 2, past atau present.

Tersusun 12 nama tenses utama yaitu:

Past

Past Perfect

Past Continuous

Past Perfect Continuous

Present

Present Perfect

Present Continuous

Present Perfect Continuous

Future

Future Perfect

Future Continuous

Future Perfect Continuous

Ditambah 4 nama Conditional tenses yaitu:

Past Future

Past Future Perfect

Past Future Continuous

Past Future Perfect Continuous


Penamaan dimaksud bertujuan hanya untuk mempermudah menyusun kalimat, bukan penamaan resmi.


3. Kejadian nyata dan mengungkapkannya dalam kalimat.


Untuk mengungkapkan suatu kejadian nyata menjadi kalimat, perlu dilihat kapan itu terjadi.

Misal:


1. Kemarin siang aku pulang dari sekolah sekitar jam 2 siang.

2. Ketika aku berjalan ke sekolah, aku bertemu dengan dia.

3. Dia mengajar di SD Negeri 3 Bulakamba.

4. Jarak dari Solo ke Yogya 60 km.

5. Matahari terbit dari timur.

Kalimat pertama, Kemarin siang aku pulang dari sekolah sekitar jam 2 siang, terjadi di waktu lampau (Past), tidak ada unsur selesai (Perfect) dan sedang terjadi (continuous).

Jadi hanya ada : Past : VII ===> S VII

Menjadi: Yesterday, I (VII +go= went) home from school at about 2 o’clock in the afternoon.

Sorry, it hasn’t

finished yet.


I hope it will be helpful.

Saturday, 25 February 2012

Elektrolisis | Kimia IPA SMA

Elektrolisis | Kimia IPA SMA



Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektrode dan larutan elektrolit.

Sel dan elektrolisis


Dalam sel, reaksi oksidasi reduksi berlangsung dengan spontan, dan energi kimia yang menyertai reaksi kimia diubah menjadi energi listrik. Bila potensial diberikan pada sel dalam arah kebalikan dengan arah potensial sel, reaksi sel yang berkaitan dengan negatif potensial sel akan diinduksi. Dengan kata lain, reaksi yang tidak berlangsung spontan kini diinduksi dengan energi listrik. Proses ini disebut elektrolisis. Pengecasan baterai timbal adalah contoh elektrolisis.

Ada dua tipe elektrolisis, yaitu elektrolisis lelehan (leburan) dan elektrolisis larutan. Pada proses elektrolisis lelehan, kation pasti tereduksi di katoda dan anion pasti teroksidasi di anoda. Sebagai contoh, berikut ini adalah reaksi elektrolisis lelehan garam NaCl (yang dikenal dengan istilah sel Downs) :

Katoda (-) : 2 Na+(l) + 2 e- ——> 2 Na(s) ……………….. (1)

Anoda (+) : 2 Cl-(l) Cl2(g) + 2 e- ……………….. (2)

Reaksi sel : 2 Na+(l) + 2 Cl-(l) ——> 2 Na(s) + Cl2(g) ……………….. [(1) + (2)]



Reaksi elektrolisis larutan garam NaCl menghasilkan gelembung gas H2 dan ion OH­‑ (basa) di katoda serta gelembung gas Cl2 di anoda. Terbentuknya ion OH- pada katoda dapat dibuktikan dengan perubahan warna larutan dari bening menjadi merah muda setelah diberi sejumlah indikator fenolftalein (pp). Dengan demikian, terlihat bahwa produk elektrolisis lelehan umumnya berbeda dengan produk elektrolisis larutan.



Dari pembahasan di atas, kita dapat menarik beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan reaksi elektrolisis :

   1. Baik elektrolisis lelehan maupun larutan, elektroda inert tidak akan bereaksi; elektroda tidak inert hanya 
       dapat bereaksi di anoda
   2. Pada elektrolisis lelehan, kation pasti bereaksi di katoda dan anion pasti bereaksi di anoda
   3. Pada elektrolisis larutan, bila larutan mengandung ion alkali, alkali tanah, ion aluminium, maupun ion
       mangan (II), maka air yang mengalami reduksi di katoda
   4. Pada elektrolisis larutan, bila larutan mengandung ion sulfat, nitrat, dan ion sisa asam oksi, maka air yang
       mengalami oksidasi di anoda

Salah satu aplikasi sel elektrolisis adalah pada proses yang disebut penyepuhan. Dalam proses penyepuhan, logam yang lebih mahal dilapiskan (diendapkan sebagai lapisan tipis) pada permukaan logam yang lebih murah dengan cara elektrolisis. Baterai umumnya digunakan sebagai sumber listrik selama proses penyepuhan berlangsung. Logam yang ingin disepuh berfungsi sebagai katoda dan lempeng perak (logam pelapis) yang merupakan logam penyepuh berfungsi sebagai anoda. Larutan elektrolit yang digunakan harus mengandung spesi ion logam yang sama dengan logam penyepuh (dalam hal ini, ion perak). Pada proses elektrolisis, lempeng perak di anoda akan teroksidasi dan larut menjadi ion perak. Ion perak tersebut kemudian akan diendapkan sebagai lapisan tipis pada permukaan katoda. Metode ini relatif mudah dan tanpa biaya yang mahal, sehingga banyak digunakan pada industri perabot rumah tangga dan peralatan dapur.

Friday, 24 February 2012

Besaran dan Satuan Fisika | SMP dan SMA


Mengukur menjadi kegiatan biasa. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah panjang, waktu, suhu, dan berat benda. Secara tidak disadari ternyata kita telah belajar mengenai satu bahasan fisika yaitu "Besaran".
Pengertian Besaran

Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung, dinyatakan dengan angka dan mempunyai satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu

  1. dapat diukur atau dihitung
  2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
  3. mempunyai satuan
Bila ada satu saja dari syarat tersebut diatas tidak dipenuhi maka sesuatu itu tidak dapat dikatakan sebagai besaran.

Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu :

  • Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besaran fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.
  • Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.

Besaran Fisika sendiri dibagi menjadi 2

Besaran Pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan para ahli fisika. Besaran pokok yang paling umum ada 7 macam yaitu Panjang (m), Massa (kg), Waktu (s), Suhu (K), Kuat Arus Listrik (A), Intensitas Cahaya (cd), dan Jumlah Zat (mol). Besaran pokok mempunyai ciri khusus antara lain diperoleh dari pengukuran langsung, mempunyai satu satuan (tidak satuan ganda), dan ditetapkan terlebih dahulu.
Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Besaran ini ada banyak macamnya sebagai contoh gaya (N) diturunkan dari besaran pokok massa, panjang dan waktu. Volume (meter kubik) diturunkan dari besaran pokok panjang, dan lain-lain. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan dari besaran pokok.
Saat membahas bab Besaran dan Satuan maka kita tidak akan lepas dari satu kegiatan yaitu pengukuran. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
Namun, apa sih definisi dari besaran ini? Dari berbagai sumber yang saya baca, definisi dari besaran secara fisika adalah segala sesuatu yang dapat diukur dengan angka eksak dan mempunyai satuan.
Dari sekian banyak besaran yang kita kenal, besaran dibagi ke dalam dua kelompok yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Definsi dari besaran pokok adalah besaran yang telah ditentukan terlebih dahulu (satuannya telah ditetapkan) berdasarkan kesepakatan para ahli fisika. Kalau di Indonesia ada istilah "sembilan bahan pokok", dalam fisika juga ternyata ada istilah seperti itu, yaitu "tujuh besaran pokok". Tujuh besaran pokok ini terdiri atas besaran panjang, waktu, massa, arus listrik, jumlah molekul, dan intensitas cahaya.
Selain besaran - besaran pokok yang telah nyatakan di atas, ada juga yang dinamakan dengan turunan. Definisi dari besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok. Contohnya volume yang diturunkan dari besaran panjang; gaya yang diturunkan dari besaran massa, panjang dan waktu; kecepatan yang diturunkan dari besaran panjang dan waktu. Lebih lengkapnya lihat tabel besaran dan juga satuannya di bagian bawah postingan ini.
Besaran menyatakan sifat dari benda. Sifat ini dinyatakan dalam angka melalui hasil pengukuran. Oleh karena satu besaran berbeda dengan besaran lainnya, maka ditetapkan satuan untuk tiap besaran. Satuan juga menunjukkan bahwa setiap besaran diukur dengan cara berbeda. Agar adanya keseragaman, satuan untuk besaran - besaran fisika didasarkan pada satuan Sistem Internasional (SI). Satuan SI ini diambil dari sistem metrik yang telah digunakan di Perancis setelah revolusi tahun 1789.
Berikut adalah besaran - besaran fisika beserta satuannya:
Basic SI quantities
Quantity
Dimension
Alternatives
Root definition and Notes
Length/distancemmmeter
Masskgkgkilogram
Timesssecond
Curren, electricAAampere
TemperatureKKkelvin
Quantity of subtancemolmolmole
Luminosity/Luminous Intensitycdcdcandle




Pengertian Satuan



Satuan didefinisikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Setiap besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan Newton dan Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya.



Besaran berdasarkan arah dapat dibedakan menjadi 2 macam

Besaran vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah sebagai contoh besaran kecepatan, percepatan dan lain-lain.
Besaran sekalar adalah besaranyang mempunyai nilai saja sebagai contoh kelajuan, perlajuan dan lain-lain.

Membuat kalimat tenses/tense dalam bahasa inggris

Apa kabar pecinta Soaljawaban ujian. kali ini kita akan membahas kalimat tenses dalam bahasa Inggris.
Membuat kalimat tenses/tense dalam bahasa inggris
Membuat kalimat bahasa Inggris yang benar yang disesuaikan dengan waktu. Sebelum menyusun kalimat, anda akan mempelajari beberapa jenis kata yang merupakan basic / dasar dalam penyusunan kalimat bahasa Inggris. Misalnya; kata benda, kata sifat, kata kerja, kata ganti, kata keterangan, dll. Setelah anda memahami penjelasannya, anda dapat mengerjakan latihan yang sangat bervariasi. Semakin banyak anda mengerjakan latihan yang bervariasi maka anda akan semakin memahami / mengerti bagaimana sebenarnya menyusun kalimat bahasa Inggris yang benar.


a. kalimat nominal

Kalimat nominal adalah kalimat yang subjeknya bukan berupa kata kerja ( Nonverb ) kalimat yang bukan kata kerja adalah " noun,adjective,adverb,proposition"

Berikut ini kita akan membuat kalimat nominal menggunakan tenses simple present tense.

I am a student
( saya adalah seorang pelajar )

catatan: Mengapa kita menggunakan "tobe" am pada kalimat tersebut? karena di depan subjek I merupakan "noun"atau kata benda. ketika subjek bertemu kata benda kita harus meletakkan " to be" di depan subjek.

b. Kalimat Verbal 

Kalimat verbal adalah kalimat yang subjek nya menggunakan kata kerja.

Berikut ini kita akan membuat kalimat verbal menggunakan tenses simple present tense.

I go to school
( saya pergi ke sekolah )
catatan : kita tidak boleh menggunakan "tobe" di depan subjek jika di depan subjek merupakan kata kerja.

Thursday, 23 February 2012

Metode SQ3R Membaca lebih cepat mengerti | Bahasa Indonesia SD SMP SMA


Metode SQ3R Membaca lebih cepat mengerti | Bahasa Indonesia SD SMP SMA. Ada lima metode yang digunakan agar anda bisa menbaca lebih efisien dan maksimal dalam memperoleh imformasi,  informasi yang kita terima bisa lebih cepat dan tepat masuk ke dalam otakl kita. berikut kelima metode nya.

a. SURVEY
Dengan melakukan peninjauan dapat dikumpulkan informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca. Peninjauan untuk satu bab memerlukan waktu 5-10 menit. Apa yang ditinjau?
Baca JudulHal ini dapat membantu untuk memfokuskan pada topik bab
Baca PendahuluanMemberikan orientasi dari pengarang mengenai hal-hal penting dalam bab
Baca kepala judul/subbabMemberikan gambaran mengenai kerangka pemikiran
Perhatikan grafik, diagramAdanya grafik, diagram dan gambar ditujukan untuk memberikan informasi penting sebagai tambahan atas teks
Perhatikan alat Bantu bacaTermasuk huruf miring, definisi, pertanyaan di akhir bab yang ditujukan untuk membantu pemahaman dan mengingat.
b. QUESTION
Setelah kerangka pemikiran suatu bab diperoleh, mulai perhatikan kepala judul/subbab yang biasanya dicetak tebal. Perhatikan kepala judul ini satu per satu dan ubah kepala judul ini jadi beberapa pertanyaan.
Tulislah pertanyaan-pertanyaan itu pada suatu kolom dengan lebar 1/3 halaman kertas dan kolom sisanya untuk jawaban yang diperoleh selama membaca. Misalkan kita membaca buku tentang “Belajar di SMA” dan kepala judulnya adalah “Manfaatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolahmu”. Pertanyaan yang dapat kita mundulkan adalah “Mengapa kita harus memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler?” dan “Bagaimana caranya kita bisa ikut terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler?”.
c. READ
Dengan membaca, kita mulai mengisi informasi ke dalam kerangka pemikiran bab yang kita buat pada proses Survey. Bacalah suatu subbab dengan tuntas jangan pindah ke subbab lain sebelum kita menyelesaikannya. Pada saat membaca, kita mulai mencari jawaban pertanyaan yang kita buat pada Question. Tuliskan jawaban yang kita peroleh dengan dengan kata-kata sendiri di kertas yang pada 2/3 kolom yang disiapkan.
d. RECITE
Pada umumnya kita cepat sekali lupa dengan bahan yang telah dibaca. Dengan  melakukan proses Recite ini kita bisa melatih pikiran untuk berkonsentrasi dan mengingat bahan yang dibaca. Proses ini dilakukan setelah kita menyelesaikan suatu subbab.
Cara melakukan Recite adalah dengan melihat pertanyaan-pertanyaan yang kita buat sebelum membaca subbab tersebut dan cobalah jawab pada selembar kertas tanpa melihat buku.
e. Review
Review membantu kita untuk meyempurnakan kerangka pemikiran dalam suatu bab dan membangun daya ingat kita untuk bahan pada bab tersebut. Proses ini dapat dilakukan dengan membaca ulang seluruh subbab, melengkapi catatan atau berdiskusi dengan teman. Cara Review yang terbukti efektif adalah dengan menjelaskan kepada orang lain.

Wednesday, 22 February 2012

Jadwal Ujian Nasional 2012 | SMK SMA Taman Siswa



Jadwal Ujian Nasional 2012 | SMK SMA Taman Siswa Pada tanggal 21 Januari 2012, bertempat di SMK Taman Siswa Cibadak, telah diselenggarakan rapat persiapan UN SMK 2012 di lingkungan Disdik Kabupaten Sukabumi. Rapat ini adalah rapat tentang UN 2012 yang kedua kalinya, dan sebagai pemantapan dari hasil rapat sosialisasi UN di SMA Ar-Rahman Bojonggenteng pada tanggal 11 Januari 2012. Beberapa catatan hasil rapat koordinasi tersebut adalah sebagai berikut.
Agenda Kegiatan UN dan US yang disepakati dalam rapat adalah sbb:
 Ujian praktik kejuruan (ujikom) harus sudah selesai dilaksanakan selambat-lambatnya sebulan sebelum pelaksanaan UN utama. Atau  paling lambat selesai tanggal 16 Maret 2012.

  Jadwal US 2012
-           Disepakati  mulai 20 s.d 26  maret  2012
Jadwal UN teori 2012:
-       Senin, 19 Maret 2012   Teori Kejuruan  (ralat terakhir dari BSNP)
-          Senin 16 April 2012   Bahasa Indonesia
-          Selasa 17 April 2012  Bahasa Inggris
-          Rabu 18 April 2012  Matematika.
Pengumuman kelulusan Sabtu 26 Mei 2012
Semua SMK penyelenggara UN harus segera memiliki bahan rujukan di bawah ini dalam bentuk hardcopy untuk dilampirkan di dalam Program Kerja UN 2012, yaitu:
1. Permendikbud No 59 Tahun 2011 tentang UN 2012
2. POS UN SMP-SMA Tahun Pelajaran 2011/2012 (POS UN hasil revisi KLIK DI SINI)
3. Kisi-kisi Soal UN SMP, SMA, SMK Tahun 2012
4. Kisi-kisi Soal Ujian Kompetensi Kejuruan
5. Soal Ujian Praktik Kejuruan Tahun 2012
6. Pedoman Ujian Praktik Kejuruan 2012
7. Instrumen verifikasi Kelayakan Penyelenggara UPK 2012 sesuai dengan kompetensi keahlian yang di UN-kan
8. POS US yang dibuat sekolah (Contoh POS US SMK revisi KLIK DI SINI)

Persiapan UN yang harus dilakukan meliputi:
1.Persiapan administratif:
•Menyusun program UN,
•Membuat nota kesepakatan (MoU) dengan pihak Du/Di untuk pelaksanaan UPK (Ujikom),
•Menyusun POS US, dll,
2. Persiapan kemampuan peserta
Kegiatan pemantapan/pengayaan untuk:
Ujian Mapel B. Indo, B. Ing, Mat
Ujian Teori kejuruan
Ujian Praktik Kejuruan,
3. Persiapan fasilitas UN
Ruangan ujian teori yang representatif, dengan sound sistem yang memadai,
Membersihkan ruangan dari cart dan gambar2 peraga
Menyiapkan peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk UPK (Ujikom)
Naskah soal UN terdiri atas 5 (lima) paket untuk setiap mata pelajaran. Dibagikan kepada peserta UN dengan cara seper ti berikut:

P1 = Pengawas 1
P2 = Pengawas 2
Kriteria Lulus dari Satuan Pendidikan
Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan
setelah:
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas:
(1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
(2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan
kepribadian,
(3) kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok
mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan ;
c. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
d. lulus Ujian Nasional.
Kriteria nilai baik untuk empat kelompok mata pelajaran agama akhlak mulia, kewarganegaraan, kepribadian, estetika, jasmani, olah raga dan kesehatan ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing
Kriteria kelulusan peserta didik dari US/M ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing
NS = 0,6 NUS + 0,4 NR
Keterangan:
NS : Nilai Sekolah/Madrasah
NUS : Nilai Ujian Sekolah/Madrasah
NR : Rata-rata Nilai Rapor SMK : semester 1 sampai 5.
Nilai Akhir :
NA = 0,6 NUN + 0,4 NS
Peserta didik SMK dinyatakan lulus UN apabila peserta didik mencapai  nilai rata-rata NA paling rendah 5,5 dan NA tiap mata pelajaran paling rendah 4,0.
Contoh Simulasi perhitungan nilai kelulusan siswa silakan KLIK DI SINI
Demikian hasil kesepakan kita SMK-SMK di Kabupaten Sukabumi. Selamat bekerja, semoga sukses!!!!

Tuesday, 21 February 2012

Download Soal UN 2012 | SD Madrasyah


Download Soal UN 2012 | SD Madrasya. hPelaksanaan UN 2011


Download Latihan Soal UN 2012




  • Latihan Soal UN 2012 Paket 1 - dari situs Enersi.com silakan ambil disini

  • Latihan Soal UN 2012 Paket 2 - dari situs Ujiannasional.org silakan ambil disini

  • Latihan Soal UN 2012 Paket 3 - dari situs Pmdk.org silakan ambil disini

  • Latihan Soal UN 2012 Paket 4 - dari situs Sd.web.id silakan ambil disini

  • Latihan Soal UN 2012 Paket 5 - dari situs Sma.web.id silakan ambil disini

  • Latihan Soal UN 2012 Paket 6 - dari situs Smp.web.id silakan ambil disini

  • Latihan Soal UN 2012 Paket 7 - dari situs Snmptn.or.id silakan ambil disini

  • Latihan Soal UN 2012 Paket 8 - dari situs Uasbn.org silakan ambil disini

  • Latihan Soal UN 2012 Paket 9 - dari situs Ujian.org silakan ambil disini

  • Latihan Soal UN 2012 Paket 10 - dari situs Unsd.web.id silakan ambil disini

  • Latihan Soal UN 2012 Paket 11 - dari situs Worldsharings.com silakan ambil disini

secara umum berjalan lancar. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) membeberkan, secara keseluruhan prosentase hasil kelulusan pada satuan pendidikan SMA/MA pada tahun ajaran 2010-1011 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun ajaran sebelumnya.

Dari seluruh 1.461.941 peserta UN SMA/MA, 1.450.498 atau 99.22 persen siswa lulus, sementara 11.443 atau 0.78 persen siswa lainnya dinyatakan tidak lulus.

Pada tahun ajaran sebelumnya (2009-2010), dari 1.522.195 peserta yang mengikuti ujian nasional, yang lulus hanya 1.368.938 atau 89.93 persen, dan 153.257 atau sama dengan 10.07 persen lainnya tidak lulus.

Merujuk pada data di atas, hasil kelulusan nasional satuan pendidikan SMA mengalami kenaikan sekitar lebih dari sembilan persen.

Berikut adalah ringkasan perbandingan siswa lulus dan tidak lulus menurut jurusan pada satuan pendidikan SMA/MA tahun ajaran 2010/2011. Jurusan IPA dengan jumlah peserta 627.859 siswa, 625.924 atau 99.69 persen siswa lulus dan siswa yang tidak lulus sebanyak 1.935 atau 0.31 persen.

Untuk jurusan IPS jumlah pesertanya 34.358, yang lulus sebanyak 33.860 atau 98.55 persen dan 498 siswa tidak lulus atau 1.45 persen. Sedangkan untuk jurusan Bahasa, dari 8.782 jumlah peserta, 8.610 atau 98.04 persen siswanya lulus, dan 172 atau 1.96 siswanya tidak lulus.
Khusus untuk jurusan Agama dengan jumlah peserta terbanyak, dari 790.942 jumlah peseta, 782.104 atau sama dengan 98.88 persen siswanya lulus dan sebanyak 8.838 atau sama dengan 1.12 persen siswa lainnya dinyatakan tidak lulus. 

Nah semua itu tentunya kabar baik dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Menurut hemat kami angka kelulusan itu naik, pertama karena sosialisasi UN yang baik dari Pemerintah, kedua karena para siswa rajin berlatih soal-soal UN. Kami berpendapat bahwa banyak siswa yang memanfaatkan Latihan UN dari blog PMDK ini. Dengan dasar pemikiran semacam itu kami berusaha kembali untuk memberikan Latihan Soal UN 2012 kepada para siswa di semua tingkat dan jenjang pendidikan. Silakan Anda manfaatkan Latihan Soal UN 2012, semoga para siswa SD/MI, SMK, SMP/MTs, SMA/MA, dan PRogram Kejar Paket dapat lebih sukses daripada kakak-kakak kalian, SAMin Yaa Rabbal Alamin. Selamat menunaikan Ibadah di bulan SUci Ramadhan 1432 H!



Tipe Soal UN 2012

Pemerintah kemungkinan akan menggunakan kembali lima tipe soal dalam Ujian Nasional 2012. Cara tersebut tidak menjamin ujian bakal bebas dari kebocoran tapi setidaknya bisa menekan kemungkinan untuk mencontek.

Menurut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, metode tersebut dipakai dengan asumsi satu ruang ujian berisi 30 orang, sehingga bisa mempersulit peserta yang ingin mencontek jawaban rekannya. Kalau orang ingin mencontek pasti tetap bisa. Ini hanyalah ikhtiar untuk mengurangi kecurangan selama pelaksanaan ujian nasional. 

Klarifikasi : Larangan Anak Tidak Boleh Ikut UN Hanya Isu

Larangan bahwa anak yang belum berusia 12 tahun tidak bisa mengikuti ujian nasional (UN) tahun 2012 mendatang hanya isu. Hal itu disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

"Justru saya mempertanyakan siapa yang menghembuskan isu bahwa siswa yang belum genap 12 tahun tidak boleh ikut ujian pada tahun 2012," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Suhayat kepada bangkapos.com, Selasa (12/7/2011).

Suhayat, mengaku kebinggungan, sebab, pihaknya baru mengetahui hal tersebut setelah membaca berita di media. Ia juga mempertanyakan siapa yang telah membuat isu tak bisa dipertanggungjawabkan itu.

Popular Posts

There was an error in this gadget

About Me

Download Soal Jawaban Seleksi Ujian © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO